Saturday, November 30, 2013

Membagi Supra Sistem Menjadi Beberapa Sub Sistem Yang Terintegrasi

Pekerjaan yang besar akan menjadi lebih efektif diselesaikan bilamana dilakukan dengan cara "bergotong royong". Membuat motor secara massal akan lebih cepat bila ada spesialisasi pekerjaan yang saling berhubungan, ada yang membuat blok mesin, ada yang membuat rangka/ body motor, ada yang membuat velg dan komponen lainnya, prinsip penting yang harus dipegang adalah bahwa masing-masing spesialisasi tersebut harus dapat diintegrasikan sehingga membentuk motor yang utuh dan dapat difungsikan.
Demikian pula dalam membangun sistem manajemen informasi di rumah sakit. Akan lebih efektif dan tepat sasaran, mungkin efisien dan cepat selesai, bila sistem tersebut dirancang dan dianalisa menjadi beberapa sub sistem yang berhubungan dan terintegrasi. Masing-masing sub sistem nantinya dapat dibuat software aplikasinya oleh beberapa orang programmer dengan ketentuan harus terintegrasi.
Sebagai contoh, dibuatlah sub sistem Personalia yang tujuannya untuk mengelola data pegawai rumah sakit mulai dari data pribadi seperti nomor induk, tanggal lahir, level pegawai atau golongan pegawai, data dokter atau tenaga medis lain, posisi atau pangkat dan lain-lain, kemudian juga mengelola kaitannya dengan ijin cuti tahunan, data pendidikan dan kursus pelatihan, sampai dengan mengelola tentang hak akses terhadap sub sistem yang ada di rumah sakit. Rancangan sub sistem tentunya harus bersifat fleksibel dan reliabel berkelanjutan.
Kemudian dibuat pula rancangan sub sistem rekam medis pasien yang bermula dari data pasien dengan penomoran rekam medis sesuai peraturan yang ada. Sub sistem ini juga dapat menangani pengelolaan data registrasi kunjungan pasien ke rumah sakit, baik kunjungan ke rawat jalan, kunjungan gawat darurat, kunjungan rawat inap dan lain-lain yang nantinya dapat menghasilkan data rekam medis sesuai yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan misalnya tentang BOR, LOS, laporan RL dan lain-lain.
Tentunya masih ada sub sistem lain yang harus diperhatikan dan dianalisa sesuai dengan kondisi tiap rumah sakit. Misalnya sub sistem rawat jalan yang mengelola data kunjungan dan pemeriksaan pasien di rawat jalan, sub sistem rawat darurat/ IGD yang mengelola data kunjungan, pemeriksanan dan tindakan di IGD, sub sistem rawat inap, sub sistem laboratorium klinis, sub sistem radiologi, sub sistem rehabilitasi medis, sub sistem farmasi/ apotek, sub sistem keuangan, dan lain-lain, yang nantinya dapat digunakan untuk membentuk sub sistem billing pembiayaan rawat pasien.
Intinya, dengan membagi supra sistem menjadi beberapa sub sistem yang terintegrasi akan menjadikan pengembangan sistem manajemen informasi di rumah sakit lebih efektif dan berkelanjutan. Dan satu hal yang sangat penting adalah harus ada minimal satu orang yang mau berkorban mencurahkan pikiran menjadi "leader" dalam pengembangan sistem ini. Semoga salah satu dari Anda adalah orangnya.
 

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Search This Blog