Pada artikel terdahulu telah saya sampaikan bahwa akan lebih baik bagi langkah kedepannya bila dibentuk suatu tim yang manganalisa, merancang sekaligus mendokumentasikan sistem manajemen informasi yang akan dikembangkan. Karena dengan hal sperti itulah maka akan ada visi dan misi yang jelas dalam pengembangan sistem manajemen informasi. Lalu setelah tim terbentuk langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan? Ya, tentunya tim tersebut melakukan koordinasi.
Mungkin ada pertanyaan demikian, dari mana sistem harus diawali? Padahal kita tahu bahwa dalam suatu institusi rumah sakit terdapat banyak sub sistem yang saling berkaitan. Ada rawat jalan, rawat darurat, rawat inap, penunjang medis, kemudian administrasi billing, back office keuangan dan lain sebagainya. Dan selama ini kebanyakan vendor pihak ketiga membangun sistem yang disebut "SIMRS" dari sub sistem administrasi billing.
Menurut saya, sebuah rumah sakit akan berfungsi bila ada personalia yang mengoperasionalkannya, terlepas apakah ada pasien atau tidak. Nah , dari sub sistem personalia inilah sebaiknya (sekali lagi menurut saya) kita mengawali untuk membangun sistem manajemen informasi di rumah sakit. Dengan sub sistem personlia kita kelola dahulu manajemen informasi personlia, misal siapa saja karyawan yang bekerja di internal rumah sakit tersebut, jenis karyawan apa saja yang ada di rumah sakit tersebut (tetap/ tidak tetap, bagian administrasi, dokter, perawat, penunjang medis, dan lain-lain). Dengan sub sistem ini nantinya dapat ditentukan tentang hak akses terhadap aplikasi sistem yang akan dibangun, misalnya karyawan administrasi boleh mengakses apa saja, demikian juga dengan dokter, perawat, maupun karyawan lainnya.
Hal seperti yang saya kemukakan di atas akan memudahkan rumah sakit dalam hal melakukan ekspansi pengembangan ke sub sistem yang lainnya. Sebagai perbandingan adalah Google Inc., bahkan perusahan tersebut mampu mengembangkan sistem yang mengijinkan publik untuk berperan serta. Anda punya akun di Google? Jika ya, maka seharusnya Anda tahu bahwa dengan satu akun Anda dapat memiliki akses ke beberapa layanan yang berbeda sesuai dengan ketentuan perusahaan tersebut, Anda bisa memiliki email di Gmail, bisa memiliki blog di Blogger, dan layanan Google lainnya sesuai kesepakatan. Nah, kita adopsi saja dalam sistem manajemen informasi rumah sakit yang akan dibangun, tentunya dengan penyesuaian-penyesuaian agar dapat diterapkan dalam rumah sakit. Misalnya, seorang dokter memiliki satu akun yang dapat digunakan untuk mengakses sub sistem personalia bila ingin mengajukan cuti, mengakses sub sistem rawat jalan saat pemeriksaan pasien di klinik, dan sub sistem yang lainnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh rumah sakit tersebut.
Bagaimana? Sudah ada gambaran kah? Semoga, dan silakan untuk dikembangkan sesuai dengan imajinasi Anda. :-D
Mungkin ada pertanyaan demikian, dari mana sistem harus diawali? Padahal kita tahu bahwa dalam suatu institusi rumah sakit terdapat banyak sub sistem yang saling berkaitan. Ada rawat jalan, rawat darurat, rawat inap, penunjang medis, kemudian administrasi billing, back office keuangan dan lain sebagainya. Dan selama ini kebanyakan vendor pihak ketiga membangun sistem yang disebut "SIMRS" dari sub sistem administrasi billing.
Menurut saya, sebuah rumah sakit akan berfungsi bila ada personalia yang mengoperasionalkannya, terlepas apakah ada pasien atau tidak. Nah , dari sub sistem personalia inilah sebaiknya (sekali lagi menurut saya) kita mengawali untuk membangun sistem manajemen informasi di rumah sakit. Dengan sub sistem personlia kita kelola dahulu manajemen informasi personlia, misal siapa saja karyawan yang bekerja di internal rumah sakit tersebut, jenis karyawan apa saja yang ada di rumah sakit tersebut (tetap/ tidak tetap, bagian administrasi, dokter, perawat, penunjang medis, dan lain-lain). Dengan sub sistem ini nantinya dapat ditentukan tentang hak akses terhadap aplikasi sistem yang akan dibangun, misalnya karyawan administrasi boleh mengakses apa saja, demikian juga dengan dokter, perawat, maupun karyawan lainnya.
Hal seperti yang saya kemukakan di atas akan memudahkan rumah sakit dalam hal melakukan ekspansi pengembangan ke sub sistem yang lainnya. Sebagai perbandingan adalah Google Inc., bahkan perusahan tersebut mampu mengembangkan sistem yang mengijinkan publik untuk berperan serta. Anda punya akun di Google? Jika ya, maka seharusnya Anda tahu bahwa dengan satu akun Anda dapat memiliki akses ke beberapa layanan yang berbeda sesuai dengan ketentuan perusahaan tersebut, Anda bisa memiliki email di Gmail, bisa memiliki blog di Blogger, dan layanan Google lainnya sesuai kesepakatan. Nah, kita adopsi saja dalam sistem manajemen informasi rumah sakit yang akan dibangun, tentunya dengan penyesuaian-penyesuaian agar dapat diterapkan dalam rumah sakit. Misalnya, seorang dokter memiliki satu akun yang dapat digunakan untuk mengakses sub sistem personalia bila ingin mengajukan cuti, mengakses sub sistem rawat jalan saat pemeriksaan pasien di klinik, dan sub sistem yang lainnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh rumah sakit tersebut.
![]() |
| Satu akun untuk banyak layanan Google yang dikehendaki |
Bagaimana? Sudah ada gambaran kah? Semoga, dan silakan untuk dikembangkan sesuai dengan imajinasi Anda. :-D

0 comments:
Post a Comment